Tampilkan postingan dengan label rider. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rider. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Juni 2014

11 Peraturan Lalu Lintas yang Seharusnya Ada (Kalau Mengikuti Realita)

1. Pengemudi Kendaraan Bermotor wajib membunyikan klakson tepat ketika lampu lalu lintas menunjukan lampu hijau menyala, akan lebih baik lagi jika klakson dibunyikan sejak lampu kuning menyala, itu menunjukan anda orang yang sangat amat tepat waktu. Klakson dibunyikan berkali-kali hingga kendaraan di depan anda bergerak.

2. Pengendara Sepeda Motor dilarang mangangkut penumpang lebih dari 3 (tiga) orang, kecuali jika Anda cabe-cabean dan pandai akrobatik.


3. Pengemudi Kendaraan Bermotor dilarang menggunakan ponsel saat sedang berkendara, juga kecuali kalo Anda cabe-cabean. Maklum orang sibuk.


4. Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor yang membiarkan penumpangnya tidak mengenakan helm sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah), kalau ketahuan.

5. Kendaraan roda empat berhak berhenti di RHK (Ruang Henti Khusus sepeda motor)


Asalkan roda dua berhenti di zebra cross. Dan pejalan kaki menyebrang dengan cara menginjak tiap helm pengendara motor. Seperti saat Si Kancil melewati Buaya-buaya di Sungai.

6. Pengemudi Sepeda Motor berhak berkendara melawan arah, asalkan berada di bagian jalan paling luar. Dan kalau terjadi tabrakan dengan mobil, wajib menyalahkan Pengendara Mobil. Kalau perlu ajak orang-orang sekitar membantu Anda. Karena pengendara motor selalu benar.

7. Kendaraan roda dua dilarang memasuki jalan tol, kecuali jika Anda berjiwa petualang dan anti-mainstream.




8. Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor wajib mengenakan helm standar nasional indonesia, perihal dikenakan di kepala atau di siku, terserah. Tergantung dimana letak otak Anda.



9. Setiap pengendara Sepeda Motor wajib menyalakan lampu utama Kendaraan Bermotor yang digunakan pada malam hari. Jika tidak, wajib menggantinya dengan perangkat lain, seperti jidat Mario Teguh.

10. Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak Rp1.000.000, 00 (satu juta rupiah), atau cukup dengan bersedekah kepada polisi yang merazia dengan Rp 50.000,00 saja.

11. Setiap Pengemudi Kendaraan apapun selain busway dilarang melintasi jalur busway. Tapi Ingat! Gotong royong tetap harus kita jungjung tinggi.



Kamis, 26 Desember 2013

Ujug-ujug ke Ujung Genteng

Ceritanya lagi buka folder-folder di Windows Explorer (saya gak akan memplesetkan itu dengan sebuah acara untuk anak yang menampilkan anak perempaun [sodaranya Diego] yang sering berada di Hutan) ya kalian pasti tau itu. Lalu tiba-tiba nemu folder bernama “Ujung Genteng” tepat disebelah folder bernama “Jangan dibuka!”.

Isi folder itu memuat foto-foto yang diambil pada September 2013 di sebuah pantai di ujung Sukabumi: Ujung Genteng!

Saat masa tranisisi (dari IPB ke Gunadarma) yang kebanyakan waktu saya gunakan hanya untuk membaca buku, menonton film dan mengintip orang mandi, seorang temen bernama Hilmi Salim tiba-tiba mengajak saya ke rumahnya di Sukabumi sekaligus maen-maen ke Pantai Ujung Genteng. Kampretnya, rencana berangkatnya hanya sehari setelah dia ngajak saya ikut. Terinspirasi dari film “Yes Man” yang meng-iya-kan setiap kesempatan yang ada, saya juga menjawab ajakan itu dengan bilang.. “Enya”, karena kita orang Sunda.


Berangkatlah 4 orang mahasiswa dan 1 orang calon mantan mahasiswa IPB dari Dramaga, Bogor menuju Sukabumi kota sore hari. Jarak ±80km ditempuh sekitar 2 jam. 


Menginap semalam di rumah Hilmi, besok paginya lanjut ke Ujung Genteng. Jarak ±130km ditempuh sekitar 4 jam.
Apa kalian pikir kita capek? Ya, eh Nggak! Nggak, setelah apa yang kita lihat..
Seperti biasa, kita pun melakukan sebuah ritual yang (kayaknya) wajib untuk dilakukan, FOTO-FOTO!
Juan terlihat kalem.
Hilmi terlihat seneng.
Halimanto terlihat mensyukuri.
Agist terlihat antusias.
Saya terlihat kurang sehat.
Banyak banget hal seru yang bisa dilakuin saat berada di Pantai. Tapi saya bakal berbagi kegiatan yang nggak hanya seru tapi juga ada value yang biasa kalian dapet, nggak cuman bermain tapi juga belajar. Ya, moto Taman Kanak-kanak itu selalu saya pegang. Ini dia kegiatan-kegiatannya:

1. Ngubur Temen
Kegiatan ini mengajarkan kamu keberanian, berani ngubur temen sendiri. Tapi kepalanya jangan dikubur ya, bukan apa-apa, takut gak kelian pas difoto. Selain itu juga kamu dituntut untuk kreatif. Bagaimana caranya supaya pasir yang menutupi badan temen kita itu menyerupai bentuk tubuhnya. Kayak gini..
Tapi perlu diingat, proses penguburannya harus dilakukan dengan serius, seolah-olah kamu adalah tukang jagal. Karena jika tidak, kejadian manis ini akan terjadi..
Dialog: "Kalo ini mau kamu, aku rela kok kamu kubur. Demi cinta kita"

2. Balas Dikubur Temen
Kegiatan ini mengajarkan kamu tentang penegakkan keadilan dan mengingatkan kalo karma itu ada. Ternyata karma itu lebih kejam. Buktinya saya digilir gini..
Sakit.

3. Belajar Berenang
Ini cocok buat kamu yang belum bisa berenang. Atau bisa juga untuk pencitraan biar keliatan jago renang (tapi gagal) kayak dia..

4. Pamer Skill
Buat kamu yang pernah ikut bela diri, background pantai dan langit yang keren bisa kamu jadikan sebagai ajang unjuk kebolehan. Seorang anggota aktif dan seorang mantan anggota Tarung Derajat ini mencontohkannya dengan... biasa aja.

5. Bikin figure dengan pasir
Kegiatan ini melatih kreatifitas. Perlu keseriusan tingkat tinggi untuk melakukannya. Untungnya kita berhasil membuatnya..
Nggak cukup sampe disana. Selanjutnya adalah giliran imajinasi yang bermain. Seperti ini..

6. Nulis Nama di Pasir
Sumpah! Ini bukan ide saya. Ngapain bikin nama pacar di pasir? Nggak ada value-nya! Pacar itu disayangi bukan ditulis di pasir! Intinya saya dipaksa buat masukin kegiatan bodoh ini. Tuh liat aja foto-fotonya yang jelek!
Hilmi Salim menulis nama pacarnya: Fanny.
Halimanto menulis nama pacarnya: Putri.
Awalnya saya gak mau ikut-ikutan hal bodoh itu. Tapi dipaksa. Yaudah..
Rifaldi Fath menulis kata awewe yang artinya cewek.
Lalu saya diprotes, “Yang bener lah, tulis seorang cewek yang lagi lo pikirin!”. Sialan, serba salah kan. Yaudah..
So what?
Itu aja kegiatan yang bisa saya share ke kalian. Terima kasih atas perhatiannya. Wassalamu ‘alaikum.


*Eh, bentar dulu deh! Mending liat dulu foto-foto dibawah ini..
Itu penginapan yang kita tempati selama 2 hari.
Itu motor. Jumlahnya ada 3.
Kebanyakan jalan yang ditempuh adalah kebun teh.
Makanya sering berenti dulu.
Nah sekarang baru selesai. Terima kasih, udah baca sampai tanda seru ini (!)

Kamis, 27 Oktober 2011

Memorie di SuperSic 58

Musim ini di moto gp saya punya jagoan baru (selain pedrosa & spies tentunya) dia adalah si kribo Simoncelli. Sebelum masuk kelas moto gp dia main di 250cc selama 3 tahun, dan puncaknya pada tahun 2008 ketika dia jadi jawara kelas 250cc.